Idol is not everything
Ketika
pelajaran bahasa indonesia aku ama vie ngobrol seru banget. “Yuri aku mau
cerita nih” wajah Hae kyung
cengar-cengir, sepeti orang setrezzz. “ cerita apa?” jawab aku.” Gini tadi
malam aku di tembak orang”. dengan reflex aku berkata “aah mati donk..?” mataku
melotot dan terkejut . Seonsangnim pun melempari aku dengan penghapus, ChethaaaakXxx....!!!.
udah biasa di school aku kalo ngrumpi di jam pelajaran di lempari penghapus. ”
Aoww-aowww” teman sekelas langsung matanya tertuju pada ku.’perasaan aku malu
banget’. “ Kim Hyuri Kim Hae Kyung ke depan!” di sertai wajah yang marah dan
menakutkan “ iya seongsangnim “ kata aku dan Hae kyung. Aku dan Hae Kyung di hukum majang di depan kelas
dengan posisi kuping di jewer dan kaki di angkat satu selama 2 jam penuh,
kacihan banget aku.
Ke
esokan harinya di dalam kelas. “Hae Kyung
lanjutin donk cerita kamu kemarin, kamu di tembak kan? Kata ku. ”iya aku di tembak
ama seseorang”. “Kenapa kamu gak mati sih?” tanya aku. “Maksudnya ada yang menyatakan
cinta pada ku”. jawab Hae Kyung.
*dalam hati dasar telmi gak gaul stupid* “sekarang aku udah gak jomblo lagi”. “
Ooo” jawab ku. “Oya Yuri besok aku kenalin kamu ama boyfriend aku yach”.
“boleh-boleh di mana? Jawabku “di school kita aja habis pulang sekolah “ boleh
juga tuh, tapi apa boyfriend baru kamu school di sini?“ Tanya aku, dengan penuh
rasa penasaran. “gak dia school di universitas dekat school kita, tuh universitas
yang di depan”, “besok kita tunggu dia
di kelas in ya”. “ya okey”sambil tersenyumJ.
Ke
esokan harinya pas pulang school “Hae Kyung nanti jadi kan kenalin aku sama boyfriend kamu”. “iya kita
tunggu dia disini ya” okeyy tapi jangan lama-lama yach karena aku mau latihan
vocal sama Oppa Ft-Island ”jawab ku. “okey ship, tenang aja” sambil menujukan jempol dan tersenyum.
Udah satu jam berlalu,” Vie mana boyefriend kamu lama banget sih” dengan
ekspresi yang marah dan kesal. “iya, aku telvon dia sekaran” jawab Vie.
Tuuutuuutuuut...
“hallo sarang”. Kenapa kamu gak kesini-kesini? Tanya Hae Kyung kepada boyfrien nya .” maaf sarang aku telat karena hujannya gede
banget. Iya aku pasti ke situ sarang,
aku lagi di jalan tunggu sebentar ya. Dalam hati aku berkata,huuuh sarang-sarang sarang
burung.. lebay. “iya sarang aku tunggu jangan lama-lama ya!”
setengah jam berlalu, tiba-tiba terlihat seseorang yang masuk ke kelas.
“Ooooow aku terkejut malihat rambut Oppa
Taemin di kibaskan, dengan refleks aku langsung menghampiri Oppa Taemin, terus
aku mengusap wajah Oppa Taemin dengan sapu tangan yang aku bawa. “haaaaaaaa”.>o<
Hae Kyung terkejut melihat aku melakukan itu, terus Vie menghampiri aku dengan Oppa
Taemin “sayang kenalin nih teman aku Yuri” desertai wajah yang sedih dan kesal
mungkin cemburu. Aku langsung berhenti mengusap Oppa Taemin. “ka aku Yuri teman
Vie dan aku fans setia kamu dari dulu waktu kamu masih di SMA hingga sekarang”.
“iya-iya” kata Oppa Taemin
dengan wajah yang kurang enak di pandang. “Oppa aku minta tanda tangan yach dan kakak harus
mau foto dengan aku”. Kata aku sambil narik baju Oppa Taemin untuk lakukan itu tapi kayaknya dia gak
mau.”Mmm, aku gak mau”. Aku terus maksa Oppa Taemin. “sayang teman kamu bilangin tuh aku gak mau”. “yuri
boyfriend aku gak mau, katanya kamu mau les vocal sama Oppan kamu, sana pergi!. Kata Vie dengan
ekspresi marah.
“gak mau pokoknya aku harus dapetin
tanda tangan dan foto bareng sama Oppa Taemin, les vokal sama Oppa Hongki entar-entar aja. ”ka ayo foto bareng sama aku, ayo Oppa jeballl…”.
Aku terus maksa Oppa Taemin sampai dia marah banget. Mukannya meakutka.” Gak mau pokoknya
aku gak mau!>0< jawab Oppa Taemin. Oppa Taemin langsung pergi dari kelas dan bersembunyi di kelas yang lain. “Oppa tunggu aku, Oppa jangan pergi” aku langsung mengejar Oppa Taemin dan mencari Oppa Taemin yang entah kemana. “kok jadi gini
sih aku nyesel-nyesel” dalam hati hae Kyung.
Hae Kyung
pun ikut cari boyfriend nya. Kita bertiga seperti orang yang lagi main petak
umpet seperti di kelas TK. Pas aku ada di suatu tempat yang serem dann sepi
banget, tiba-tiba aku serasa di tarik oleh seseorang lalau aku di peluk erat
banget, ternyata itu Oppa Taemin lalu aku diam beberapa lama, aku pun tak mau
menyia-nyiakan kesempatan ini, lalau aku berkata. “Oppa entar aku minta tanda tangannya ya
dan fotonya”. Dalam hati Oppa Taemin “tanda tangan?, sayang kok minta tanda tangan pada aku yaa??.
Lalu pelukan itu di lepaskan. “Yuri kok kamu sich...? dengan ekspresi yang
terkejut. “ka aku minta tanda tangannya ya ka”. “pokoknya aku gak mau , gak mau”. Mendorong aku hingga aku
terjatuh. “aowww-aowww...bokong ku” rasanya sakit banget. “yuri kamu gak papa?”
Oppa Taemin mengulurkan tangannya kepada
aku tapi. ” lepaskan aku” langsung menepis tangan Oppa Taemin dan aku marah
banget, dengan rasa sakit bokongku aku berusaha tuk berdiri. “ka emang aku suka
sama Oppa, tapi rasa suka ini udah jadi
benci!! “Oppa jahat pada
aku, Oppa jahaaat!! “ aku BENCI!!!! Sama Oppa Taemin BENCI!!!!!!”. Dengan ekspresi
marah dan juga sedih aku pergi dari school aku walau pun lagi hujan GeDHeee
banget aku tak memperdulikan itu. “maafkan aku”. Sambil mengangkat tangannya
melihat aku pergi berlari.
Tiba-tiba Hae Kyung datang dan bertankya
“sayang kenapa Yuri kok pergi nangis lagi?”. “tadi aku jatuhkan Yuri” jawab Oppa Taemin disertai exspresi yang menyesal.
“kenapa kamu lakukan itu, kamu jangan begitu sama bestfriend aku. Kasihan Yuri
dia fans sejati kamu”. “Maaf-maaf” jawab Oppa Taemin
Aku
langsung pergi ke tempat les vocal, dengan kondisi badan yang basah kuyup aku
semapai di tempat les focal. “heee...heeee” sambil nangis masuk ruang les
vocal. “Yuri kamu kenapa” tanya Oppa FT-Island” bertanya dengan exspresi simpati. “oppa tadi aku di dorong sama oppa Taemin”. “terus kamu gak papa” jawab Oppa Hongki”. “sakit Oppa bokong aku hee..
hee... sambil nangis. “Yuri tenang, sabar ya” “Ne ka “ jawab aku dan dengan
perhatiannya oppa Ft-Island pun mengambilkan aku handuk minuman panas dan juga
makanan, karena aku laper sih So Sweets...”makasih yach Oppa, Oppa neomu joheum
saramiya..”Ne Cheonma, ya udah sekarang kita latihan vocal ya”. “iya ka
sekarang aku udah gak papa gomawo oppa”. Jawab aku dengan tersenyum.